Gudang informasi pendidikan dan kesehatan

Sejarah Revolusi Perancis

Revolusi adalah perubahan yang terjadi secara cepat dalam waktu yang sangat singkat untuk mengubah suatu tatanan dan menggantikannya dengan tatanan baru yang dianggap lebih baik. Sejarah telah mencatat bahwa pernah terjadi banyak sekali revolusi yang terjadi diseluruh dunia yang dampaknya bukan hanya terjadi di satu daerah saja, melainkan telah berhasil memberikan pengaruh besar bagi umat manusia.

sejarah revolusi perrancis

Revolusi Perancis yang telah menghapuskan absolutisme monarkhi, Revolusi Amerika yang berhasil melahirkan negara baru bernama Amerika Serikat, serta Revolusi Rusia yang telah melahirkan komunisme, adalah beberapa contoh revolusi besar yang pernah terjadi di dunia.

Latar Belakang Revolusi Perancis

Sejak awal abad ke-17, di Eropa sedang berkembang pesat sebuah paham yang mengajarkan mengenai absolutisme raja (kekuasaan mutlak raja). Paham ini dipelopori oleh Niccolo Machiavelli yang ia tulis dalam bukunya yang berjudul II Principie (Sang Pangeran). Pada perkembangan selanjutnya, paham ini banyak dianut oleh para penguasa Eropa seperti Raja Frederick William II dari Prusia, Tsar Peter dari Rusia, Kaisar Joseph II dari Austria, Raja Charles I dari Inggris, dan tentu saja para Raja Louis dari Perancis.

Diantara negara-negara lain di Eropa, Perancis dianggap sebagai negara yang paling berhasil menerapkan absolutisme. Pemerintahan Raja Louis XIV (1643-1715) adalah massa dimana paham absolutisme mencapai puncak kejayaannya, hal tersebut ditandai dengan munculnya:

  1. Pemerintahan tanpa undang-undang,
  2. Pemerintahan tanpa dewan legislatif,
  3. Pemerintahan tanpa kepastian hukum
  4. Pemerintahan tanpa anggaran belanja yang pasti, serta
  5. Pemerintahan raja yang tak terbatas.
Pemerintahan rezim tangan besi di Perancis tersebut pada akhirnya melahhirkan gelombang protes terhadap kekuasaan para Louis. Gerakan penentang raja ini pada utamanya dipelopori oleh masyarakat kota atau golongan masyarakat ketiga.

Sebab-Sebab Terjadinya Revolusi Perancis

Revolusi Perancis terjadi karena dipicu oleh beberapa faktor, diantaranya:
  1. Kebencian terhadap Raja Louis XVI dan kekuasaan mutlaknya.
  2. Terjadinya diskriminasi karena adanya pembagian warga negara Perancis menjadi tiga golongan politik, yaitu Golongan Pertama (uskup dan rohaniawan), Golongan Kedua (raja dan bangsawan), serta Golongan Ketiga (masyarakat biasa).
  3. Utang negara yang terlalu banyak.
  4. Pemungutan pajak yang tidak masuk akal.
  5. Bangkitnya paham-paham pencerahan yang dipelopori oleh Montesquieu dan Jacques Rousseau.
  6. Terjadinya kelangkaan makanan.
  7. Sikap para bangsawan dan keluarga raja yang bermewah-mewahan dan berfoya-foya menggunakan uang negara.
  8. Intoleransi dan terkekangnya kebebasan beragama.
  9. Tindakan pemerintah yang mengontrol penuh perdagangan.

Serbuan Ke Penjara Bastille

Penjara Bastille merupakan simbol dari kesewenang-wenangan raja Perancis. Pada saat itu, terdapat sebuah paham jika perintah raja adalah perintah tuhan, jadi siapapun bisa dijebloskan ke dalam penjara tanpa melalui proses pengadilan. Hal ini juga diperparah dengan tingginya tingginya pajak yang dipungut oleh pihak kerajaan serta praktek jual beli surat penebusan dosa oleh pihak gereja. Jadi singkatnya, siapapun yang yang tidak mampu dan tidak mau membayar pajak atau membeli surat pengampunan dosa, maka akan dianggap telah menentang negara sehingga pantas dimasukkan ke dalam penjara.

Simbol kebencian rakyat Perancis terhadap pemerintah kerajaan ini akhirnya berhasil dijatuhkan dalam sebuah serbuan rakya pada tanggal 14 Juli 1789. Setalah terjadi bentrokan selama 4 jam, rakyat perancis pada akhirnya berhasil merebut Penjara Bastille, lalu membunuh gubernurnya, membebaskan beberapa tahanan, serta merampas persediaan peluru dan mesiu yang ada didalamnya.

Massa Setelah Revolusi

Setelah terbentuknya konstitusi pada 1791, Perancis sejak saat itu berubah menjadi negara yang berbentuk monarki konstitusi. Hal itu berarti bahwa raja mempunyai kekuasaan dibawah Majelis Legislatif yang segala kekuasaannya diatur oleh undang-undang. Namun meskipun begitu, raja masih memiliki kekuasaan berupa hak veto serta hak untuk memilih menteri.

Sejarah Revolusi Perancis Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Iwak Pithik